accomodation

Kami bercita-cita untuk hidup di desa, di atas sepetak tanah yang cukup untuk tempat tinggal, bertanam, beternak, sebuah ruang belajar bersama dengan komunitas setempat dan siapapun orang baik, dan beberapa unit akomodasi Rumah Kayon. Sementara cita-cita tersebut masih kami usahakan, saat ini Rumah Kayon terdiri dari satu unit akomodasi berkapasitas 6 orang (bisa lebih sesuai situasi) berupa rumah tinggal biasa era 80an di tengah kampung pinggir kota Salatiga. Rumah biasa, namun sentuhan-sentuhan artistic-eklektik disana-sini membuatnya unik dan hidup dan ... maka jadi tidak biasa! Salatiga adalah kota kecil; dari Rumah Kayon hanya perlu 10 menit berkendara untuk mencapai pusat kota. Salatiga juga kota strategis; 1 jam perjalanan darat dari/ke bandara Ahmad Yani Semarang, 1 jam dari/ke bandara Adi Sumarmo Surakarta, 2,5 jam dari/ke bandara Adi Sucipto Yogyakarta, dan naik keatas menyusuri Gunung Merbabu kita akan mencapai kota Magelang dalam waktu 1 jam.

We aspire to live in the village, on a plot of land enough to live, plant, raise, a study space with the local community and anyone good people, and some Kayon House accommodation units.  While these ideals are still our struggle, now Kayon House consists of one unit accommodation with a capacity of 6 people (could be more appropriate situation) in the ordinary home of the 80s in the middle of the suburbs of Salatiga. Ordinary house, but the artistic-eclectic touches here and there make it unique and lively and ... then so unusual! Salatiga is a small town; from Rumah Kayon only takes 10 minutes drive to reach the city center. Salatiga is also a strategic city; 1 hour journey from / to Ahmad Yani airport Semarang, 1 hour from / to Adi Sumarmo airport Surakarta, 2.5 hours from / to Adi Sucipto Airport Yogyakarta, and ride up through Mount Merbabu we will reach Magelang city within 1 hour.